Aksi Berakhir, Pendemo di Banda Aceh Berburu Tongkat Komando Polisi untuk Swafoto

 Ada momen unik saat demo 4 November di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) di Banda Aceh. Kapolresta Banda Aceh Kombes T Saladin menjadi idola. Ia diburu peserta aksi untuk foto bersama ataupun swafoto sambil memegang tongkat komando. Jepret!

Aksi Berakhir, Pendemo di Banda Aceh Berburu Tongkat Komando Polisi untuk Swafoto

Aksi massa 4 November di Aceh diawali dengan long march berjalan kaki dari Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh menuju gedung DPRA. Letaknya sekitar satu kilometer. Di lokasi, massa sempat berzikir dan berdoa bersama dipimpin Pimpinan Majelis Zikrullah Aceh Teungku Samunzir.

Massa duduk bersila di teras DPRA. Massa yang terdiri dari berbagai ormas Islam dan mahasiswa ini khusyuk melantunkan zikir. Kapolresta Saladin ikut berbaur bersama peserta aksi. Ia duduk berdekatan dengan pimpinan zikir.
Di Banda Aceh, Tongkat Komando Kapolresta Jadi Buruan Pendemo untuk Swafoto


Di Banda Aceh, Tongkat Komando Kapolresta Jadi Buruan Pendemo untuk SwafotoFoto: Agus Setyadi/detikcom

Setelah doa selesai, dilanjutkan dengan orasi yang disampaikan secara bergantian. Nah, saat itulah Kapolresta beranjak dari tempat duduknya. Ia menuju ke halaman gedung DPRA. Beberapa peserta aksi mengajaknya untuk berfoto bersama. Ada pula yang swafoto.

Saladin meladeni ajakan foto tersebut. Tongkat komando yang dibawanya pun dalam sekejap berpindah tangan. Mereka memegang ramai-ramai tongkat tersebut. Kamera ponsel dari fotografer pun mengarah ke objek. Jepret!

Di Banda Aceh, Tongkat Komando Kapolresta Jadi Buruan Pendemo untuk SwafotoFoto: Agus Setyadi/detikcom

Menjelang aksi berakhir, makin banyak massa yang memburunya. Ia berdiri di tengah kerumunan massa dan melayani setiap massa ingin mengabadikan momen bersamanya. Meski hujan mengguyur, tak ada yang beranjak ke tempat teduh. Topi yang dikenakannya juga ikut dipakai beberapa massa untuk foto.

Lantas, apakah ini cara pak Kapolresta meredam aksi massa agar tidak memanas?

"Bukan, bukan. Ini komunikasi (persuasif)," kata Saladin sambil tertawa saat dikonfirmasi detikcom.

Foto bersama Kapolresta dengan berbagai kalangan sambil memegang tongkat komando bukan ini saja terlihat. Dalam beberapa kesempatan, ia kerap diajak foto bersama. Sehingga muncul seloroh, dari orang gila sampai ulama sudah memegang tongkat komando Kapolresta.

Di Banda Aceh, Tongkat Komando Kapolresta Jadi Buruan Pendemo untuk SwafotoFoto: Agus Setyadi/detikcom

Aksi massa di DPRA berakhir menjelang salat Asar sekitar pukul 16.00 WIB. Massa membubarkan diri dengan tertib dan berjalan kaki menuju masjid Raya Baiturrahman untuk salat Asar berjamaah. Hujan masih mengguyur saat massa kembali long march meninggalkan gedung DPRA.

"Kita hari ini menurunkan personel untuk melakukan pengamanan sebanyak 120 personel polisi dan Polwan," jelas Saladin.

Meski aksi sudah bubar, tetap saja Kapolresta tidak dapat langsung pulang. Beberapa mahasiswa masih menunggunya di dekat tiang bendera DPRA. Mereka kembali mengajak Saladin untuk mengabadikan momen bersama mereka. Lagi-lagi, tongkat komando berpindah tangan.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to " Aksi Berakhir, Pendemo di Banda Aceh Berburu Tongkat Komando Polisi untuk Swafoto "

Posting Komentar