Jadikan Demo 4 November Sebagai Titik Balik untuk Taat dalam Beragama!

Demo 4 November 2016 sepertinya sudah tidak mungkin terhindarkan dan sudah saatnya tak perlu diperdebatkan.

Saya sendiri juga tidak melarang demo tersebut justru saya juga mendapatkan banyak pelajaran atas adanya demo 4 November ini.

Saya pikir publik dan masing-masing individu khususnya yang sesama muslim juga pasti sudah punya persepsi sendiri. Dan biasanya jika seseorang muslim sudah meyakini akan keyakinanya, maka sangatlah sulit untuk merubahnya.





Karena masing-masing mungkin ada yang memang menganggap bahwa demo itu seperti wajib dan jihad, namun ada juga yang kemudian demo itu tidak begitu perlu karena kasus Ahok biarlah diserahkan kepada proses hukum.

Namun disini saya tidak akan membahas terkait dengan itu semua, namun disini saya justru memang ada sebuah pengharapan atas adanya demo besar-besaran 4 November besok.

Pengharapan yang saya maksud yaitu begini,

Terkadang memang kalau sudah ngomongin soal keyakinan agama, maka itu menjadi isu yang sangat sensitif dan bisa memicu kemarahan.

Bahkan berdasarkan sejarah dan berbagai konflik, yang paling mengerikan adalah ketika perang atau konflik itu sudah berbau agama.

Bahkan misalnya, orang yang memeluk agama tertentu, yang mungkin maaf-maaf selama hidupnya dia tidak pernah jalankan agamanya, rajin bermaksiat, korupsi, dan suka mabuk-mabukan atau berbagai aksi kejahatan dan hal buruk lainya, namun yakinlah jika agama yang dia yakini dan dia imani dihina dan dilecehkan, pasti dia akan marah dan geram.

Apalagi jika seseorang yang menganut suatu agama itu merasa jika dirinya adalah orang yang sudah taat beragama, tidak korupsi, tidak bermaksiat, dan jarang berbuat dosa, maka emosinya pastilah akan lebih dahsyat lagi jika agama dan keyakinanya dihina dan dilecehkan.

Menurut pandangan saya itu amatlah wajar karena memang keimanan tertinggi sebagai makhluk di muka bumi ini yang tertinggi tentunya keimanan terhadap agama yang kita anut.

Lantas apa maksud dan kaitanya tulisan saya ini dengan demo 4 November nanti?

Sebelum saya melanjutkan tulisanya, harap anda catat dan fahami bahwa tulisan ini sama sekali tidak ingin membahas soal apakah demo itu berlebihan, dilarang, atau tidak, saya tidak punya urusan dengan itu. Karena saya menyerahkan semuanya kepada individu masing-masing.

Maksud tulisan saya disini adalah, untuk yang khususnya ikut berdemo, dan secara umum tentunya untuk seluruh umat manusia yang katanya beragama, Yuk, mari kita jadikan moment demo 4 November nanti untuk kita jadikan TITIK BALIK kita untuk mencoba saling mengingatkan agar kita benar-benar menjadi umat yang taat dengan agama kita dan menjauhi larangan agama kita.

Karena sebagai muslim tentunya kita tidak boleh hanya berteriak-teriak marah saja saat agama kita dihina. Namun kita juga seharusnya marah jika ada yang ngaku beragama Islam tapi korupsi, ngaku beragama Islam tapi suka bermaksiat, suka menghina orang lain, menyakiti orang lain, berkata kotor, dan berbagai keburukan yang lain.

Dan momment inilah saatnya yang tepat untuk kita saling berkoreksi diri dan mengingat bahwa Al-Qur’an tidak hanya berisi Surat Al-Maidah ayat 51 saja.

Saya pikir saya tidak ingin membatasi kepada umat Islam saja, karena saya yakin umat diluar Islampun sudah seharusnya untuk tetap memerintahkan umatnya untuk melakukan hal-hal yang baik juga.

Jadi misalnya kalau kasus AHok ini, AHok juga harus koreksi diri dan jangan pernah mengulangi lagi, dan proses hukum harus berjalan dan tegas.

Namun demikian juga untuk umat muslim juga harus jadikan kasus ini sebagai titik balik sebagai seorang muslim bahwa Al-Qur’an tidaklah hanya berisi Surat Al-Maidah Ayat 51 saja.

Ajaran Islam juga memberikan ajaran yang sangat baik jika itu semua mampu kita laksanakan sebagaimana semangat kita saat berdemo 4 November 2016 ini.

Jika memang dalam agama Islam, Kristen, Hindu, Budha, dan yang lainya mengajarkan bahwa manusia dilarang korupsi, maka, yuk kita saling mengingatkan agar kita jangan sampai korupsi.

Jika agama kita melarang umatnya menghina orang lain dan merendahkan agama orang lain, maka, yuk kita saling menjaga lidah kita untuk supaya saling hormat menghormati antar umat beragama.

Jika dalam agama kita mengajarkan untuk berbuat baik kepada sesama umat manusia dan seluruh makhluk dan lingkungan, maka! Yuk mari kita saling tolong menolong dalam kebaikan, dan menjaga lingkungan kita menjadi lingkungan yang bersih dan sehat.

Jika agama kita mengajarkan untuk berbicara santun dan menjaga akhlaq yang baik, maka! Yuk kita harus saling menjaga lisan kita agar tidak berbicaa kasar yang itu bisa menyakiti perasaan orang lain.

Jika agama kita memerintahkan untuk rajin beribadah dan menjauhi maksiat, yuk kita saling berlomba-lomba dalam kebaikan dan menjauhi maksiat dan perbuatan buruk lainya.

Dan jika agama kita memerintahkan semua yang baik-baik, dan melarang semua yang buruk-buruk, yuk kita bareng-bareng dan berlomba-lomba dalam melakukan kebaikan dan menjauhi keburukan.

Jika semua tokoh agama terus menyerukan kebaikan dan menjauhi keburukan, saya yakin korupsi di negeri ini bisa berkurang. Kerusakan alam, perpecahan, dan saling menghina dalam perbedaan akan jarang terjadi dilakukan.

Khusus untuk yang muslim, semoga dari kasus ini sepulang demo mereka juga menjadi lebih banyak mau rajin baca Al-Qur’an, mengkaji, dan kemudian mengamalkan Al-Qur’an.

Sepulang dari demo, semoga yang tadinya jarang sholat jama’ah [untuk yang pria], semoga saja sepulang dari demo mereka lebih banyak berjamaah karena Al-Qu’an juga memerintahkan hal tersebut.

Sepulang dari demo, semoga yang tadinya suka “ngerasani” orang lain, semoga sepulang dari demo, mereka tidak rajin ngerasani orang lain lagi, karena Al-Qur’an melarang itu.

Sepulang dari demo, semoga yang tadinya jarang puasa sunnah, semoga saja sepulang dari demo, mereka jadi lebih rajin puasa sunnah karena itu juga anjuran Nabi.

Sepulang dari demo, yang tadinya masih suka marah-marah dan nyakitin orang lain, semoga sepulang dari demo, mereka jadi lebih calm dan mudah mengasihi dan menghormati orang lain karena itu ada dalam Al-Qur’an.

Sepulang dari demo, semoga yang tadinya perilakunya masih sombong, suka menghina orang lain, semoga saja sepulang dari demo, mereka jadi ingat jika dalam Al -Qur’an juga ada ayat yang melarang umatnya jadi orang yang sombong dan suka menghina dan merendahkan orang lain.

Begitu seterusnya….

Walaupun mungkin ini masih sebatas mudah dalam ucapan, tapi setidaknya dengan adanya demo 4 November ini bisa kita jadikan titik balik bahwa agama tidak sebatas memerintahkan kita berdemo karena ada yang menghina agama kita.

Namun saya pikir jauh lebih penting dari itu semua adalah bagaimana kita mengamalkan semua perintah-perintah agama dan menjauhi berbagai larangan-larangan Tuhan.

Saya juga berharap demo 4 November nati benar-benar berjalan damai dan tidak ada kekacauan yang itu bisa memicu perpecahan diantara kita sebangsa dan sebangsa tanah air.

Jika anda membuka tulisan di blog ini, anda tentunya mendengarkan pidato Bung Tomo saat berjuang merebut kemerdekaan. Coba anda resapi pidatonya dan anda membayangkan jika anda saat itu berada disamping Bung Tomo, merasakan betapa sulit dan mengerikan sekali perjuangan merebut kemerdekaan.

Kemerdekaan yang direbut oleh Bung Tomo dan para pejuang lainya bukan perkara yang mudah, kini! saat Indonesia sudah merdeka, Yuk kita jaga bareng-bareng NKRI dengan saling berlomba-lomba berkontribusi secara bersama-sama untuk membangun NKRI!

Sebagai Penutup,

Saya ada pesan dan harapan kepada Khususnya para ulama dan siapapun yang sudah BERHASIL dan SUKSES MENGGERAKAN umat Islam untuk BERDEMO hingga ribuan umat Islam berdemo 4 November.

Saya berharap, sepulang dari demo, semua diantara kalian mampu juga menggerakan supaya Umat Islam di sekitar anda mau Sholat Jamaah [untuk pria] di setiap masjid [mushola] karena bukankah itu juga perintah wajib dalam beragama Islam?

Jangan kemudian muncul anggapan bahwa anda untuk menggerakan umat islam berdemo, anda sangatlah jago sampai berteriak-teriak dengan takbir. Tapi untuk mengajak umat Islam menjalankan perintah Allah yang lain, tidak berani sesemangat seperti saat menggerakan umat Islam saat berdemo.

Tunjukan semangat anda seperti semangat anda saat menggerakan demo di Jakarta. Karena Al-Qur’an tidak hanya berisi Surat Al-Maidah ayat 51 saja!

Dan untuk para peserta demo, anda begitu mudah bisa ikut berdemo saat diajak ulama anda. Namun ajakan ayat-ayat AlQur’an dan hadist yang menyuruh anda supaya rajin sholat berjama’ah di masjid 5 waktu [untuk pria] dan perintah lain seperti jangan korupsi, jaga kebersihan, jangan mudah marah, akhlaq yang baik, dan kebaikan yang lain yang itu juga perintah Agama Islam, kenapa sulit anda lakukan?

Ingatlah bahwa isi Al-Qur’an tidaklah hanya surat Al-Maidah ayat 51 saja!

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to " Jadikan Demo 4 November Sebagai Titik Balik untuk Taat dalam Beragama! "

Posting Komentar